Lagu “Wenggo-Wenggo” dan Fenomena Fajar Sadboy Dari Tangisan Viral hingga Lagu yang Dicover Beragam Musisi Digital
Brutenews Dunia media sosial Indonesia kembali melahirkan fenomena unik. Kali ini datang dari sosok Fajar Sadboy, figur viral yang dikenal lewat ekspresi jujur, polos, dan emosionalnya di berbagai platform digital. Setelah dikenal luas karenBritenews -a video tangisannya yang menyentuh dan mengundang simpati publik, Fajar Sadboy kini melangkah lebih jauh ke dunia musik lewat lagu berjudul “Wenggo-Wenggo.”
Lagu ini langsung mencuri perhatian warganet sejak dirilis. Dengan lirik sederhana, penuh rima jenaka, serta gaya penyampaian yang apa adanya, “Wenggo-Wenggo” terasa dekat dengan kehidupan anak muda—khususnya soal cinta, patah hati, dan kebingungan perasaan. Alih-alih tampil dengan konsep musik yang rumit, lagu ini justru kuat karena kejujurannya.
Menariknya, popularitas “Wenggo-Wenggo” tidak berhenti pada versi aslinya saja. Lagu ini telah dicover dalam berbagai versi musik oleh sejumlah kreator dan musisi independen di platform digital seperti TikTok, YouTube, dan Instagram Reels. Mulai dari versi akustik santai, pop galau, koplo dan remix dangdut, hingga EDM ringan dan lo-fi, “Wenggo-Wenggo” menjelma menjadi lagu fleksibel yang mudah diadaptasi ke berbagai genre.
Beberapa konten kreator musik dan penyanyi cover memanfaatkan lagu ini sebagai media ekspresi, sekaligus mengikuti tren viral yang sedang naik daun. Versi-versi cover tersebut turut memperluas jangkauan lagu ini ke berbagai segmen pendengar, dari penikmat musik santai hingga penggemar remix hiburan.
Secara musikal, “Wenggo-Wenggo” memang memiliki struktur sederhana dan lirik repetitif yang mudah diingat. Hal inilah yang membuat lagu tersebut cepat diterima dan mudah diolah ulang oleh banyak pihak. Fenomena cover ini menunjukkan bahwa lagu viral di era digital tidak lagi dimonopoli oleh industri besar, melainkan berkembang secara organik melalui komunitas kreator.
Sosok Fajar Sadboy, yang memiliki nama asli Fajar Labatjo dan berasal dari Gorontalo, menjadi contoh bagaimana media sosial bisa mengubah orang biasa menjadi figur publik. Ia kerap menegaskan bahwa ketenarannya bukan hasil rekayasa, melainkan reaksi spontan dari kejujuran emosi yang ia tampilkan—nilai yang juga terasa kuat dalam lagu “Wenggo-Wenggo.”
Bagi sebagian orang, lagu ini mungkin terdengar sederhana. Namun bagi generasi digital, “Wenggo-Wenggo” adalah simbol bahwa musik tidak selalu harus kompleks untuk bisa diterima. Cukup jujur, dekat, dan mampu mewakili perasaan banyak orang.
Fenomena Fajar Sadboy sekaligus menegaskan satu hal: di era viral dan konten cepat, ketulusan dan keaslian tetap punya tempat besar. Dan lewat “Wenggo-Wenggo” beserta berbagai versi cover-nya, Fajar Sadboy berhasil menancapkan namanya sebagai bagian dari warna baru hiburan digital Indonesia.
🎵 Lirik Lagu Wenggo-Wenggo
Fajar Sadboy & Widia Kalana
Yo I am Fajar Sadboy and Widia Kalana
Yo come on let’s go baby muuuuaach
Kukira hari Minggu ternyata hari Rabu
Ku kira dia menunggu ternyata cari yang baru
Pusing, pusing tujuh keliling
Ikan hiu nabrak karang
I love you pacar orang
Odong-odong nabrak paku
Mau dong jadi pacar ku
Pusing, pusing tujuh keliling
Hidup yang kurasakan seperti ku tanpa tujuan
Ini bukan balapan tapi semua pelajaran
Walau semua beban ku kan tetap memaksakan
Aku bisa bedakan yang mana beat juga gertakan
Dan ku punya kaulah yang Tuhan ciptakan
Karena aku tau kita kan saling membutuhkan
Tuhan yang telah berikan dan kau yang kutemukan
Tak akan ku lepaskan karena kau membuat ku nyaman
Wenggo-wenggo kukukukuk
Wenggo wenggo
Bye di setiap hari ku ingat nama mu walau
Engkau anggap semua cinta itu semu
Aku tak kan cemburu meski semua penipu
Yang membuat ku luluh ku kan tetap bersamamu
Walau semua ini tak kan buat ku percaya
Jiwa raga ku diam karena ku tak punya daya
Karena dari lubuk hati kau itu sang cahaya
Yang berikan semangat terus maju dan terus berkarya
Wenggo-wenggo kukukukuk
Wenggo wenggo
Aku Fajar Labatjo asliku Gorontalo
Aku viral karena menangis
Bukan kepengen jadi artis
Aku memang tak manis tapi ku tak egois
Aku tidak romantis tapi banyak yang terhipnotis
Di jalanan ada lampu
Kerajaan ada ratu
Di kuburan ada hantu
Di hatiku ada kamu
Pusing, pusing tujuh keliling
Jika ada lampu jangan cari lilin
Jika ada aku kau jangan cari yang lain
Pusing, pusing tujuh keliling
Bye di setiap hari ku ingat nama mu walau
Engkau anggap semua cinta itu semu
Aku tak kan cemburu meski semua penipu
Yang membuat kululuh kuakan tetap bersamamu
Walau semua ini tak kan buat ku percaya
Jiwa raga ku diam karena ku tak punya daya
Karena dari lubuk hati kau itu sang cahaya
Yang berikan semangat terus maju dan terus berkarya
Wenggo-wenggo kukukukuk
Wenggo wenggo
