Music27 views

Musik 2025 Jadi Bahasa Anak Muda Dari Lagu Viral TikTok hingga Chart Global

Brite Owner
Musik 2025 Jadi Bahasa Anak Muda Dari Lagu Viral TikTok hingga Chart Global
iklan horizontal 2

BriteNews – Tahun 2025 menjadi tahun di mana musik benar-benar hidup bersama anak muda. Lagu tidak lagi sekadar hiburan, tetapi berubah menjadi bahasa ekspresi, identitas, bahkan cara generasi muda menyampaikan perasaan mereka di ruang digital.

Dari TikTok, Instagram Reels, hingga Spotify Wrapped, deretan lagu viral sepanjang 2025 menunjukkan satu hal: musik mengikuti ritme kehidupan Gen Z dan milenial, cepat, jujur, emosional, dan sangat personal.

Dominasi Lagu Global di Playlist Anak Muda

Sejumlah lagu internasional mendominasi tangga lagu sepanjang 2025. Kolaborasi ROSÉ dan Bruno Mars lewat lagu “APT.” menjadi salah satu yang paling banyak diputar secara global. Lagu ini ramai digunakan sebagai latar konten video singkat dan masuk ke berbagai playlist populer lintas negara.

Sementara itu, “Die With a Smile” dari Lady Gaga dan Bruno Mars menjadi pilihan utama untuk lagu bertema refleksi dan emosi. Lagu ini kerap digunakan dalam konten bernuansa slow dan personal, serta bertahan lama di chart internasional.

Nama Billie Eilish juga kembali mencuat lewat “Birds of a Feather”, lagu bernuansa santai dan intim yang banyak menemani aktivitas harian anak muda. Di sisi lain, “Back to Friends” dari Sombr menjadi anthem galau modern yang viral di media sosial dan berhasil menembus Billboard Global.

Tak ketinggalan, Bad Bunny lewat lagu “DtMF” membawa warna Latin yang kuat dan menjangkau pasar anak muda lintas budaya.

K-Pop dan Soundtrack Ikut Meramaikan Tren

Genre K-Pop tetap memiliki pengaruh besar di 2025. Salah satu yang paling menonjol adalah lagu “Golden” dari proyek soundtrack K-Pop Demon Hunters. Lagu ini tidak hanya viral di media sosial, tetapi juga mencetak performa kuat di tangga lagu Inggris dan global.

Fenomena ini menunjukkan bahwa musik K-Pop dan soundtrack hiburan visual semakin menyatu dengan budaya digital anak muda, khususnya melalui fan edit dan video pendek.

Lagu Indonesia Tidak Kalah Bersinar

Di dalam negeri, lagu “Garam & Madu (Sakit Dadaku)” dari Tenxi, Naykilla, dan Jemsii menjadi salah satu lagu paling viral di Indonesia sepanjang 2025. Lagu ini ramai digunakan di TikTok dan YouTube, serta mencerminkan selera anak muda terhadap musik yang enerjik namun tetap emosional.

Selain itu, banyak lagu pop dan indie lokal yang konsisten bertahan di playlist viral Spotify Indonesia, membuktikan bahwa musik lokal masih sangat relevan dan dekat dengan keseharian generasi muda.

TikTok Tetap Jadi Penentu Viral

Sepanjang 2025, TikTok kembali membuktikan perannya sebagai mesin utama penentu lagu viral. Lagu-lagu seperti “Espresso” dari Sabrina Carpenter, “Blue” dari Yung Kai, hingga sejumlah lagu Indonesia terus bermunculan sebagai latar favorit konten kreator.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa kesuksesan lagu kini tidak hanya ditentukan oleh radio atau televisi, tetapi oleh kreativitas pengguna media sosial.

Musik sebagai Cermin Generasi

Tren musik 2025 menunjukkan perubahan besar dalam cara anak muda berinteraksi dengan lagu. Musik tidak hanya didengarkan, tetapi digunakan untuk bercerita, menyampaikan emosi, dan membangun identitas di ruang digital.

Di tengah arus konten yang cepat dan padat, lagu-lagu viral 2025 menjadi pengingat bahwa musik tetap memiliki peran penting sebagai penghubung perasaan dan pengalaman generasi muda.

Bootcamp

Related Articles