Harga Emas Antam Terus Naik, Cetak Rekor Baru di Januari 2026
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan signifikan pada pertengahan Januari 2026. Kenaikan ini membawa harga emas Antam menembus rekor tertinggi baru dan menjadi sorotan investor maupun masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai.
Pada Senin, 19 Januari 2026, harga emas Antam naik sekitar Rp40.000 dan berada di level Rp2.703.000 per gram. Kenaikan tersebut melanjutkan tren positif yang sudah berlangsung sejak akhir Desember 2025.
Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga ikut meningkat. Kondisi ini menunjukkan kuatnya permintaan pasar terhadap emas batangan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Perkembangan Harga Emas Antam dalam Sebulan Terakhir
Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, harga emas Antam menunjukkan tren naik yang cukup konsisten, meski sempat bergerak fluktuatif dalam beberapa hari.
Pada akhir Desember 2025, harga emas Antam masih berada di kisaran Rp2,56 juta – Rp2,60 juta per gram. Memasuki awal Januari 2026, harga perlahan menguat hingga menembus Rp2,63 juta per gram.
Kenaikan semakin terasa pada pertengahan Januari, sebelum akhirnya mencetak rekor tertinggi di level Rp2,70 juta per gram. Secara keseluruhan, dalam 30 hari terakhir harga emas Antam telah naik lebih dari Rp100.000 per gram.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga
Sejumlah faktor dinilai menjadi pendorong utama kenaikan harga emas Antam, antara lain:
-
Meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven
-
Harga emas dunia yang menguat seiring ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global
-
Fluktuasi nilai tukar serta kehati-hatian pelaku pasar terhadap instrumen berisiko
Emas masih dipandang sebagai aset yang relatif stabil untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka menengah hingga panjang.
Dampak bagi Masyarakat dan Investor
Bagi investor yang telah lebih dulu memiliki emas, kenaikan ini menjadi peluang untuk merealisasikan keuntungan. Sementara bagi masyarakat yang baru berencana membeli, harga tinggi mendorong perlunya strategi yang lebih matang, seperti pembelian bertahap atau menunggu koreksi harga.
Analis menilai, selama sentimen global belum sepenuhnya stabil, harga emas masih berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan menguat.
Related Articles
Hujan Tak Berhenti, Tapi Aktivitas Jalan Terus: Cara Tetap Fit dan Produktif di Cuaca Ekstrem
January 14, 2026
Indonesia Berhasil Swasembada Pangan! Teknologi Modern Jadi Kunci Utama di Balik Lumbung Padi Nasional
January 14, 2026
IKN 2026 Fase Operasional Dimulai, Investasi Swasta Tembus Rp66 Triliun di Tengah Transisi ASN Muda
January 14, 2026
Pilkada 2026 Langsung atau Lewat DPRD? Debat Hangat di Tengah Masyarakat, Mayoritas Masih Minta Nyoblos Sendiri!
January 8, 2026
