Serba-Serbi SEA Games 2025 Thailand Dari Maskot "The San" yang Ikonik hingga Rekor Dunia yang Pecah
BRITENEWS, BANGKOK – Pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara, SEA Games ke-33 2025 di Thailand, resmi berakhir pada Sabtu malam (20/12/2025) di Stadion Rajamangala. Selain dominasi tuan rumah yang menjadi juara umum, ajang ini menyisakan banyak cerita unik dan serba-serbi yang menarik perhatian publik.
Berikut adalah rangkuman momen spesial "Green SEA Games" versi Britenews:
1. "The San" Maskot yang Mengangkat Kearifan Lokal
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah maskot resmi bernama "The San". Nama ini diambil dari pola tenun tradisional Thailand. Bentuknya yang menggemaskan namun sarat makna filosofis tentang persatuan dan keberlanjutan (sustainability) menjadikannya komoditas yang paling dicari selama ajang berlangsung. Di gerai suvenir resmi, boneka The San dilaporkan ludes terjual hanya dalam hitungan hari.
2. Megawati Hangestri dan Busana Adat yang Memukau
Pada upacara pembukaan, kontingen Indonesia berhasil mencuri perhatian dunia lewat parade busana adat. Bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tampil anggun sebagai pembawa bendera dengan mengenakan kebaya putih yang dipadukan dengan kain tapis dan mahkota Siger khas Lampung. Aksi ini menjadi viral di media sosial sebagai promosi budaya yang sangat efektif di panggung olahraga internasional.
3. Rekor Dunia Pecah di Panggung Asia Tenggara
SEA Games kali ini bukan sekadar ajang regional biasa. Lifter kebanggaan Indonesia, Rizki Juniansyah, berhasil mengguncang dunia dengan memecahkan rekor dunia pada angkatan Clean and Jerk di kelas 79 kg putra. Prestasi ini membuktikan bahwa level persaingan di SEA Games Thailand telah mencapai standar global.
4. Konsep "Green SEA Games" Tanpa Kembang Api
Berbeda dengan pembukaan pada umumnya, Thailand konsisten dengan tema "Green SEA Games". Upacara pembukaan dan penutupan tidak menggunakan pesta kembang api tradisional untuk mengurangi emisi karbon. Sebagai gantinya, ratusan drone diterbangkan untuk membentuk formasi spektakuler di langit Bangkok, menciptakan visual digital yang ramah lingkungan namun tetap megah.
5. Drama dan Tantangan: Dari Banjir hingga Masalah Audio
Di balik kemegahan, ada tantangan besar yang dihadapi panitia. Akibat banjir bandang di wilayah selatan (Songkhla) pada bulan November, belasan cabang olahraga terpaksa dipindahkan secara mendadak ke Bangkok dan Chonburi. Selain itu, sempat terjadi insiden kecil saat upacara pembukaan di mana sistem audio mengalami gangguan, memaksa beberapa penari tetap tampil tanpa iringan musik demi profesionalisme.
6. Indonesia Kokoh di Posisi Runner-Up
Indonesia menutup SEA Games 2025 dengan kepala tegak. Mengumpulkan 91 medali emas, 112 perak, dan 130 perunggu, Merah Putih resmi duduk di peringkat kedua klasemen akhir. Ini merupakan pencapaian luar biasa yang melampaui target awal, mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan utama olahraga di kawasan ini.
Klasemen Akhir (Top 3) SEA Games 2025:
- Thailand: 233 Emas, 154 Perak, 112 Perunggu (Total 499)
- Indonesia: 91 Emas, 111 Perak, 131 Perunggu (Total 333)
- Vietnam: 87 Emas, 81 Perak, 110 Perunggu (Total 278)
Related Articles
Indonesia Juara Iconic Class Club Rally Dakar 2026
January 19, 2026
Merah Putih Membara! Jadwal MotoGP 2026 Rilis, Mario & Veda Siap Terjang Moto2 & Moto3!
January 15, 2026
Indonesia Tembus Target 80 Emas di SEA Games 2025 Kabaddi Putri Jadi Pahlawan Penentu
December 20, 2025
FIFA Usulkan Aturan Baru Tim Sepak Bola Langsung Kalah Jika Lakukan Rasisme
November 19, 2025
