Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan UMKM di Tahun Pertama
Memulai usaha sering terasa seperti mimpi yang akhirnya jadi nyata. Produk sudah ada, media sosial mulai aktif, bahkan order pertama datang. Tapi sayangnya, banyak UMKM yang tersandung justru di tahun pertama, bukan karena produknya jelek, melainkan karena kesalahan mendasar yang sering dianggap sepele.
Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi di tahun pertama perjalanan UMKM:
1. Mencampur Uang Pribadi dan Uang Usaha
Ini kesalahan klasik. Banyak pelaku UMKM menganggap selama masih satu dompet, tidak masalah. Padahal, tanpa pemisahan keuangan, pelaku usaha jadi sulit tahu:
-
apakah bisnisnya untung atau rugi
-
uang mana yang bisa diputar kembali
-
dan kapan usaha benar-benar bertumbuh
Solusi sederhananya: pisahkan rekening atau minimal catatan keuangan, sekecil apa pun omzetnya.
2. Salah Menentukan Harga Jual
Banyak UMKM memasang harga hanya berdasarkan “harga pasar” atau rasa sungkan karena takut kemahalan. Akibatnya:
-
margin terlalu tipis
-
capek jualan tapi uang tak berkembang
Harga seharusnya dihitung dari modal produksi, biaya operasional, dan keuntungan yang masuk akal, bukan sekadar ikut-ikutan.
3. Terlalu Fokus Jualan, Lupa Bangun Brand
Di awal usaha, wajar ingin cepat laku. Tapi jika hanya fokus posting “jual-jual-jual”, konsumen sulit membedakan satu produk dengan yang lain. Padahal, brand bisa dibangun dari hal sederhana:
-
konsistensi visual
-
cara membalas chat
-
cerita di balik produk
Brand bukan soal mahal, tapi soal kesan yang ditinggalkan.
4. Tidak Punya Catatan dan Evaluasi
Banyak UMKM berjalan tanpa data. Tidak tahu:
-
produk mana yang paling laku
-
jam ramai pembeli
-
konten apa yang efektif
Tanpa evaluasi, usaha berjalan berdasarkan feeling. Padahal, catatan sederhana sudah cukup untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat.
5. Ingin Semua Sekaligus
Di tahun pertama, banyak UMKM ingin:
-
langsung punya banyak varian
-
masuk semua marketplace
-
aktif di semua media sosial
Akibatnya, energi habis sebelum bisnis stabil. Lebih baik fokus pada satu produk unggulan dan satu kanal utama, lalu berkembang perlahan tapi konsisten.
Tahun pertama UMKM bukan tentang sempurna, tapi tentang belajar dan bertahan. Kesalahan adalah bagian dari proses, selama pelaku usaha mau mengevaluasi dan memperbaiki. UMKM yang bertahan bukan yang paling cepat besar, tapi yang paling siap beradaptasi.
Related Articles
Ekonomi RI Ngebut di 2026: Pemerintah Yakin Tembus 6%, Siap-Siap Dompet Makin Tebal?
January 8, 2026
Perkembangan Ketahanan Pangan & Sandang Indonesia lima tahun terakhir (2020–2025)
December 22, 2025
Perkembangan Perekonomian Indonesia Sepanjang 2025
December 22, 2025
Indonesia Makin Mantap sebagai Eksportir Industri Berat, dari Baja hingga Kereta Api
December 20, 2025
