Education112 views

Cegah Bullying Jadi Budaya di Sekolah, Mahasiswa UBakrie Implementasikan CSR Melalui Program Kawan Pelindung

Budi Brite
Cegah Bullying Jadi Budaya di Sekolah, Mahasiswa UBakrie Implementasikan CSR Melalui Program Kawan Pelindung
iklan horizontal 1

Bullying masih menjadi persoalan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dan sering kali dianggap sebagai hal sepele. Padahal, perilaku seperti ejekan, pengucilan, hingga intimidasi verbal dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis dan rasa aman anak di sekolah. Minimnya pemahaman serta keberanian untuk bersikap membuat praktik bullying terus berulang tanpa disadari. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie mengimplementasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Kawan Pelindung, sebuah gerakan anti bullying yang dirancang untuk menanamkan nilai empati dan kepedulian sejak usia dini.

Program ini dilaksanakan secara langsung melalui konsep goes to school, dengan SD Negeri Pondok Bambu 06, Jakarta Timur sebagai lokasi implementasi kegiatan. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, Kawan Pelindung hadir untuk menanamkan nilai empati, kepedulian, dan keberanian bersikap sejak usia dini. Dalam program ini, Kawan Pelindung mengusung tagline BAIK, akronim dari Bersikap Aman, Ingat Kawan. Tagline tersebut menjadi pesan moral utama yang dikemas dalam rangkaian kegiatan berbasis workshop edukatif dan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Implementasi kegiatan dikemas secara kreatif dan menyenangkan. Salah satu sesi utama adalah pemaparan edukasi mengenai bullying yang disampaikan oleh Kak Tian selaku narasumber. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh para siswa. Selain itu, siswa juga diajak mengikuti:

  • Role play anti bullying, untuk membantu siswa memahami situasi bullying dan cara menyikapinya dengan tepat.

  • Walking Notes Box, di mana siswa menuliskan pengalaman tidak menyenangkan yang pernah dialami selama di sekolah terkait bullying pada selembar kertas, lalu memasukkannya ke dalam sebuah kotak. Kertas tersebut kemudian ditukar dengan kertas berisi kata-kata afirmasi positif dari karakter Si BAIK.

  • Pojok Empati, berupa cap tangan siswa sebagai simbol komitmen bersama untuk tidak melakukan serta berani mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Interaksi aktif, partisipasi dalam setiap sesi, hingga keinginan siswa untuk berbagi cerita membuat kegiatan ini berjalan lebih lama dari durasi rundown yang telah direncanakan. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan Kawan Pelindung berhasil menciptakan ruang aman bagi siswa untuk belajar dan berekspresi.

Kepala SD Negeri Pondok Bambu 06 Jakarta Timur, Ibu Ernawati S, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa Universitas Bakrie atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut beliau, implementasi CSR yang dilakukan sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini. Ia juga berharap agar program Kawan Pelindung dapat dilanjutkan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain, sehingga pesan moral Si BAIK dapat tersebar secara lebih luas dan masif.

#BelajarBerkembangBarengBrite

iklan horizontal 3

Related Articles