Education20 views

Waspada Puncak Musim Hujan, Potensi Banjir dan Kerusakan Jalan Meningkat

Brite Owner
Waspada Puncak Musim Hujan, Potensi Banjir dan Kerusakan Jalan Meningkat
iklan horizontal 4

Britenews – Memasuki minggu keempat Januari 2026, intensitas hujan di wilayah Jabodetabek terus mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan proyeksi cuaca terkini, puncak musim hujan tahun ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Februari atau awal Maret 2026. Curah hujan yang ekstrem dalam beberapa hari terakhir mulai memicu kemunculan genangan air dan kerusakan infrastruktur jalan di berbagai titik vital.

Wilayah Rawan Genangan & Banjir

Hingga saat ini, beberapa wilayah masih menjadi perhatian utama karena risiko genangan yang cukup tinggi:

  • Jakarta  Fokus pada wilayah langganan seperti Jakarta Selatan (Kemang dan Tebet) serta Jakarta Timur (Cawang dan sekitarnya). Pengguna jalan juga diminta waspada terhadap genangan di area proyek pembangunan infrastruktur yang masih berjalan.

  • Penyangga (Depok, Tangerang, Bekasi)  Debit air di aliran Kali Bekasi dan Sungai Ciliwung terus dipantau menyusul hujan kiriman dari hulu. Wilayah cekungan di perumahan padat penduduk mulai melaporkan kenaikan tinggi muka air saat hujan deras melanda lebih dari tiga jam.

Bahaya Tersembunyi  Jalan Rusak dan "Jebakan" Genangan

Satu hal yang paling dikeluhkan warga pada musim hujan 2026 ini adalah kondisi aspal yang cepat mengelupas. Banyak ditemukan lubang baru di jalur-jalur sibuk seperti Jalan Raya Pantura arah Bekasi dan beberapa ruas di Tangerang Raya.

Bagi pengguna kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, kondisi ini sangat berisiko. Genangan air seringkali menutupi lubang yang dalam, sehingga tidak terlihat oleh pengendara. "Motor paling rawan kalau sudah kena genangan, karena kita tidak tahu di bawahnya itu aspal mulus atau lubang maut," ujar salah satu pengguna jalan di kawasan Jakarta Pusat.

Panduan Aman Berkendara di Musim Hujan 2026

  1. Ekstra Waspada pada Genangan: Jangan berasumsi jalan di bawah genangan air dalam kondisi baik. Jika memungkinkan, ambil lajur yang lebih kering atau ikuti jejak roda kendaraan di depan Anda dengan jarak aman.

  2. Cek Kondisi Kendaraan: Pastikan lampu utama dan lampu sen berfungsi dengan baik untuk menembus lebatnya hujan. Cek tekanan ban agar cengkeraman ke aspal tetap maksimal di jalan yang licin.

  3. Hindari Manuver Mendadak: Pengereman mendadak atau berbelok tiba-tiba di jalanan basah dapat menyebabkan slip (aquaplaning).

  4. Gunakan Jas Hujan yang Aman: Hindari jas hujan model ponco yang berisiko tersangkut di rante atau jari-jari motor. Gunakan model setelan (baju dan celana).

  5. Pantau Real-time Maps: Gunakan aplikasi navigasi untuk menghindari titik kemacetan akibat banjir atau perbaikan jalan darurat.

Pemerintah daerah diimbau untuk segera melakukan penambalan darurat agar tidak memakan korban jiwa, sementara warga diminta tetap memantau informasi cuaca secara berkala.

iklan horizontal 5

Related Articles