Economic19 views

Kemhan-TNI Salurkan 1.234 Kg Obat untuk Korban Banjir di Aceh,Sumur, dan Sumbar

superadmin
Kemhan-TNI Salurkan 1.234 Kg Obat untuk Korban Banjir di Aceh,Sumur, dan Sumbar
Bootcamp

Kementerian Pertahanan dan TNI memberikan bantuan berupa peralatan kesehatan dari Palang Merah Indonesia (PMI) serta ribuan kilogram obat-obatan kepada para korban bencana di Pulau Sumatra.

Hal tersebut terungkap setelah Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan langsung ke lokasi yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Sabtu (29/11/2025).

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Kepala Staf Angkatan Udara Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, serta Didit Hediprasetyo juga turut serta dalam kunjungan tersebut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Letnan Kolonel Arm Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik serta kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Rico menjelaskan bahwa Menteri Pertahanan mengunjungi dua tempat pengungsian di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terkena dampak serta kebutuhan mendesak di lapangan.

Setelah melakukan evaluasi, menurut Rico, Sjafrie memastikan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah pendistribusian logistik kepada masyarakat, mulai dari bahan makanan, kebutuhan pribadi seperti pakaian, hingga obat-obatan.

Semua bantuan akan disalurkan melalui alat utama sistem tempur TNI ke lokasi yang terkena dampak di 18 kabupaten.

Selain itu, penggunaan alat berat dan pemasangan jembatan Bailey akan dilakukan guna memperbaiki akses darat yang terganggu akibat bencana.

"Menanggapi situasi bencana tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana," ujar Rico saat dihubungi pada Minggu (30/11/2025).

Bantuan yang diberikan secara merata oleh Kementerian Pertahanan dan TNI serta instansi terkait mencakup:

starlink 28 EA
genset 28 EA
mi instan 750 dus
tenda 38 set
kompresor 1 EA
genset PLN 4 unit
sembako bantuan sosial PMI 1.175 kg
Ransum dan makanan keluarga Balog TNI sebanyak 7.800 kg
alkes PMI
obat-obatan 1.234,6 kg
"Juga perahu Landing Craft Rubber (LCR) sebanyak 20 unit untuk mempermudah perpindahan di daerah yang sulit diakses," tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Pertahanan juga rencananya akan memberikan bantuan kepada Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang juga terkena dampak bencana akibat hujan deras yang menyebabkan banjir serta longsor.

"Kunjungan dan pendistribusian bantuan ini diharapkan mampu mempercepat penanganan darurat serta memberikan dukungan nyata kepada warga yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana," ujarnya.

303 Jiwa Meninggal Dunia
Baru-baru ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah total korban jiwa sebanyak 303 orang akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga hari Sabtu (29/11/2025).

Di Provinsi Aceh, BNPB mencatat ada 47 korban jiwa, 51 orang hilang, dan 8 orang mengalami luka-luka.

Angka pengungsi di tempat tersebut mencapai 48.887 keluarga yang menyebar di berbagai daerah.

Mereka menyebar di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, serta Aceh Singkil.

Kerusakan yang luas pada jembatan dan jalan nasional menyebabkan terganggunya akses utama, termasuk jalur Banda Aceh–Lhokseumawe serta jalur perbatasan Aceh–Sumatra Utara di Aceh Tamiang.

Sampai saat ini, beberapa wilayah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah masih dilaporkan tidak bisa dijangkau melalui jalan darat.

Di Provinsi Sumatra Utara, BNPB melaporkan 166 korban jiwa dan 143 orang lainnya masih dalam status hilang.

Ratusan penduduk mengungsi ke berbagai lokasi karena kerusakan permukiman dan terputusnya akses jalan.

BNPB juga mencatat bahwa jumlah pengungsi mencapai ribuan orang di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga, serta ratusan hingga ribuan keluarga di Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.

Di Provinsi Sumatra Barat, BNPB melaporkan 90 korban jiwa, 85 orang hilang, serta 10 orang mengalami cedera.

Angka korban terbanyak ditemukan di Kabupaten Agam.

Informasi sementara dari BNPB menyebutkan bahwa sebanyak 11.820 kepala keluarga, atau sekitar 77.918 jiwa, telah mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Beberapa jalur provinsi dan nasional terganggu akibat tanah longsor serta kerusakan jembatan yang menghambat distribusi.

Namun, logistik dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba, serta delapan titik tambahan yang sedang dalam proses pengiriman dengan pengawalan polisi.

iklan horizontal 3

Related Articles