Economic18 views

Peluang Cerah INKP di 2026, Ikuti Saran Analis

superadmin
Peluang Cerah INKP di 2026, Ikuti Saran Analis
iklan horizontal 5

Prospek saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dianggap semakin tangguh menjelang 2026.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, mengatakan tahun depan akan menjadi momen krusial bagi INKP setelah pabrik baru di Karawang mulai beroperasi secara penuh.

Abida menyampaikan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun pertama Tahap I ekspansi Karawang memberikan kontribusi terbesar.

Pabrik yang memiliki kapasitas 2,4 juta ton per tahun tersebut diperkirakan akan beroperasi dengan tingkat penggunaan sekitar 50% hingga 60% di awal tahun, dan dapat meningkat hingga 90% pada akhir tahun.

Ekspansi ini dianggap sebagai perubahan besar karena mengalihkan bagian pendapatan INKP dari bisnis pulp dan kertas budaya ke segmen kertas industri yang lebih stabil dan berkembang.

"Kapasitas pabrik baru ini akan menjadi penggerak utama pertumbuhan. INKP juga memiliki biaya produksi terendah di sektor ini, sehingga daya saingnya semakin kuat," kata Abida kepada , Jumat (28/11/2025).

Dengan penggunaan yang intensif, pabrik Karawang akan menjadi mesin utama pendapatan INKP pada tahun 2026. Abida memprediksi pendapatan konsolidasi perusahaan akan mencapai US$ 3,787 miliar, dengan laba bersih melebihi US$ 697 juta dan margin EBITDA sekitar 30%.

Peningkatan volume produksi diperkirakan akan mendorong pertumbuhan laba per saham (EPS) sekitar 8% per tahun.

Pemulihan harga pulp BHKP sekitar US$ 530 per ton berdampak positif terhadap prospek kinerja INKP. Peningkatan permintaan dari Tiongkok yang kembali pulih serta penurunan stok global membuat pasar pulp menjadi lebih dinamis.

Namun, pergeseran fokus bisnis INKP ke kertas industri membuat perusahaan semakin aman dari fluktuasi harga pulp.

Setiap penurunan harga pulp sebesar 100 dolar AS justru meningkatkangross profitsekitar 58 basis poin. Hal ini menunjukkan bahwa margin INKP memiliki ketahanan yang jauh lebih baik dibandingkan pesaing," kata Abida.

Dari segi valuasi, saham INKP masih terlihat sangat menarik. Saat ini, saham INKP diperdagangkan padaprice to earnings ratiosekitar 8,8 kali, jauh lebih rendah dibanding rata-rata perusahaan kertas dan pulp global yang mencapai 13,4 kali.

 
INKP Chart by TradingView
 
"Diskon ini terjadi karena persepsi pasar yang masih menganggap INKP sebagai saham komoditas, meskipun profil bisnis di masa depan sudah lebih stabil," tambahnya.

Menurut Abida, faktor utama yang akan memperkuat saham INKP pada tahun depan adalah pencapaian kinerja pabrik Karawang. Pemanfaatan kapasitas tambahan serta ketahanan margin akan sangat berpengaruh terhadap sentimen pasar.

Selain itu, pengendalian pasokan pulp global juga bisa menguntungkan INKP, terutama jika terjadisupply-side shockdari penghentian operasional pabrik yang berbiaya mahal.

Namun, Abida memperingatkan bahwa risiko pelaksanaan tetap harus diwaspadai. Keterlambatan dalam proses peningkatan atau meningkatnya biaya dapat mengganggu perkiraan keuntungan.

Risiko lain muncul ketika harga pulp BHKP turun di bawah 490 dolar AS per ton, yang dapat menyebabkan kelebihan pasokan di Tiongkok dan menekan kondisi pasar.

Bersamaan dengan ekspansi yang signifikan dan pemulihan dalam siklus komoditas, Abida menganggap saham INKP sangat menarik untuk dibeli pada tahun 2026. Ia menetapkan target harga sebesar Rp10.400 per saham.

“INKP menawarkan potensi capital gain yang kuat, didukung laba bersih sebesar 697 juta dolar AS dan EPS sebesar 1.973 rupiah pada tahun 2026,” tutup Abida.

iklan horizontal 5

Related Articles