Maladewa: Negeri Kepulauan di Samudra Hindia dengan Identitas Islam yang Kuat
Britenews _ Maladewa merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudra Hindia, di sebelah barat daya India dan Sri Lanka. Negara ini dikenal luas sebagai destinasi wisata kelas dunia dengan panorama laut tropis, sekaligus sebagai negara yang memiliki identitas keagamaan yang sangat kuat dalam kehidupan nasionalnya.
Ribuan Pulau di Lautan Biru
Secara geografis, Maladewa terdiri dari sekitar 1.192 pulau karang yang membentang sepanjang lebih dari 800 kilometer dari utara ke selatan. Pulau-pulau tersebut tersusun dalam 26 atol alami dan hanya sekitar 200 pulau yang dihuni secara permanen. Ibu kota negara, Malé, menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan aktivitas sosial, sekaligus salah satu kota dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di dunia.
Luas daratan Maladewa hanya sekitar 298 kilometer persegi, menjadikannya salah satu negara dengan wilayah daratan terkecil di dunia. Namun demikian, wilayah perairannya sangat luas dan menjadi tulang punggung kehidupan ekonomi, terutama sektor pariwisata dan perikanan. Maladewa juga dikenal sebagai negara dengan elevasi rata-rata terendah di dunia, yakni sekitar 1,5 meter di atas permukaan laut, sehingga sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.
Demografi: Populasi Kecil dan Padat
Dari sisi demografi, jumlah penduduk Maladewa pada 2025 diperkirakan mencapai lebih dari 530 ribu jiwa. Mayoritas penduduk tinggal di wilayah perkotaan dan pulau-pulau kecil dengan struktur masyarakat yang relatif homogen. Tingkat melek huruf tergolong tinggi, begitu pula angka harapan hidup, mencerminkan kemajuan di bidang pendidikan dan layanan kesehatan. Bahasa resmi yang digunakan adalah Dhivehi, sementara bahasa Inggris digunakan secara luas dalam dunia pendidikan, pemerintahan, dan pariwisata.
Islam sebagai Identitas Nasional
Dalam aspek religi, Maladewa memiliki karakter yang sangat khas. Islam Sunni merupakan agama negara dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas nasional. Konstitusi Maladewa menetapkan bahwa hanya pemeluk Islam yang dapat menjadi warga negara. Praktik keagamaan diatur secara ketat, dan nilai-nilai Islam memengaruhi sistem hukum, pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat.
Masjid memiliki peran sentral dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan keagamaan. Tradisi dan budaya masyarakat Maladewa berkembang seiring dengan ajaran Islam yang telah dianut sejak abad ke-12 dan terus dipertahankan hingga saat ini.
Tantangan dan Isu Terkini
Di tengah pesona alam dan stabilitas sosial-budaya, Maladewa menghadapi tantangan besar, terutama terkait perubahan iklim global. Ancaman tenggelamnya pulau-pulau kecil akibat naiknya permukaan laut menjadi isu strategis nasional dan internasional. Pemerintah Maladewa aktif mendorong kerja sama global untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim demi menjaga keberlanjutan negaranya.
Maladewa menunjukkan bahwa sebuah negara kecil dapat memiliki identitas yang kuat dan peran penting dalam isu global. Perpaduan antara keindahan alam, struktur sosial yang khas, dan nilai keagamaan yang mengakar menjadikan Maladewa sebagai salah satu negara unik di kawasan Asia Selatan.
Related Articles
Gelombang Tsunami Ekonomi Global: Penarikan Diri AS dari PBB Guncang Indonesia
January 14, 2026
Dunia di Ambang Perang Dunia Ketiga, Alarm Global dan Sikap yang Perlu Diambil Indonesia
January 9, 2026
Zohran Mamdani Muslim Pertama dalam Sejarah Amerika, Resmi Dilantik sebagai Wali Kota New York City
January 1, 2026
Bara Tua di Perbatasan: Sejarah Perselisihan Thailand-Kamboja dan Pecahnya Perang Besar 2025
December 23, 2025
